Pendidikan

UNP Perkuat Keamanan Data dan Literasi Etika AI Guru Sosiologi Tanah Datar

×

UNP Perkuat Keamanan Data dan Literasi Etika AI Guru Sosiologi Tanah Datar

Sebarkan artikel ini

Padang, Hantaran.co — 22 Agustus 2026 Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Kabupaten Tanah Datar kembali berkolaborasi dengan Universitas Negeri Padang (UNP) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penguatan Safeguarding Educational Data dan Literasi Etika dalam Penggunaan Artificial Intelligence (AI) bagi Guru MGMP Sosiologi.” Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, dan akan dilanjutkan dengan pendampingan secara daring.

Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru Sosiologi yang tergabung dalam MGMP Sosiologi Kabupaten Tanah Datar. Ketua Panitia, Widya Trisna, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya MGMP untuk terus meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi digital, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembelajaran.

Baca Juga  SMPN 17 Padang Perkuat Pendidikan Berbasis Karakter, Budaya, dan Lingkungan

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Reno Fernandes, M.Pd., menyampaikan bahwa MGMP Sosiologi Kabupaten Tanah Datar selama ini merupakan mitra yang aktif berkolaborasi dengan UNP dalam berbagai kegiatan pelatihan dan pendampingan.

“MGMP Sosiologi Tanah Datar selalu terbuka untuk berkolaborasi dan mendapatkan pelatihan serta pendampingan dari UNP. Saat ini salah satu kebutuhan penting guru adalah kemampuan memanfaatkan teknologi informasi, terutama Artificial Intelligence, secara produktif dalam pembelajaran, tetapi tetap memperhatikan etika dan keamanan data,” ujar Reno Fernandes, Minggu (23/8).

Baca Juga  Bupati Hendrajoni Ajak Perantau Berkontribusi untuk Pembangunan di Pesisir Selatan

Dalam kegiatan ini, guru tidak hanya dilatih menggunakan AI untuk mendukung pembelajaran, tetapi juga dibekali kemampuan untuk menjaga keamanan data guru maupun data peserta didik. Data pribadi, dokumen pembelajaran, nilai siswa, identitas peserta didik, foto, nomor kontak, maupun informasi internal sekolah perlu dikelola secara hati-hati ketika berinteraksi dengan berbagai platform digital dan AI.

Reno menegaskan bahwa penggunaan AI dalam pendidikan harus tetap menempatkan manusia sebagai pengambil keputusan utama.