Peristiwa penghentian truk tersebut turut disaksikan langsung oleh masyarakat, Wali Nagari setempat serta Camat Simpati, Maijetri. Langkah tegas itu mendapat dukungan dari warga yang selama ini mengeluhkan kendaraan berat yang kerap melintas.
Khairuddin menegaskan bahwa pengawasan terhadap kendaraan bertonase tinggi penting dilakukan agar kondisi jalan tidak semakin rusak. Menurutnya, upaya menjaga infrastruktur harus menjadi tanggung jawab bersama.
“Kita ingin jalan ini segera diperbaiki dan hasilnya bisa bertahan lama. Karena itu aturan terkait muatan kendaraan harus dipatuhi bersama,” ujar Khairuddin saat berada di lokasi peninjauan.
Ia menyebutkan, perhatian terhadap pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Pasaman menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dan pemerintah provinsi. Konektivitas antarwilayah, menurutnya, sangat menentukan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.
Khairuddin juga memastikan akan terus melakukan pengawasan terhadap proses pekerjaan agar pelaksanaan perbaikan berjalan sesuai jadwal dan menghasilkan kualitas pembangunan yang maksimal.
Selain itu, ia meminta seluruh pihak terkait dapat bersinergi dalam mendukung kelancaran pelaksanaan proyek perbaikan jalan tersebut, termasuk masyarakat sekitar agar ikut menjaga kondisi jalan selama proses pengerjaan berlangsung.
Sementara itu, Camat Simpati, Maijetri, menyampaikan apresiasi atas perhatian DPRD Provinsi Sumatera Barat terhadap kondisi infrastruktur di wilayahnya. Menurutnya, ruas jalan Kumpulan Padang Sawah merupakan akses utama masyarakat.






