Sumbar

Tim Peneliti UNP Kaji Model Kepemimpinan Tuanku dalam Pengembangan Adat dan Syarak di Nagari Lurah Ampalu

×

Tim Peneliti UNP Kaji Model Kepemimpinan Tuanku dalam Pengembangan Adat dan Syarak di Nagari Lurah Ampalu

Sebarkan artikel ini

Ketua tim peneliti, Dr. Hendra Naldi, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa Tuanku memiliki kedudukan yang penting dalam struktur sosial-keagamaan masyarakat Padang Pariaman. Tuanku tidak hanya berperan sebagai pemimpin agama, tetapi juga sebagai pendidik, penjaga moral, pemberi nasihat, serta tokoh yang menghubungkan ajaran Islam dengan pelaksanaan adat di tengah masyarakat.

Tim penelitian terdiri atas Dr. Hendra Naldi, S.S., M.Hum. sebagai ketua, dengan anggota peneliti Dr. Abdul Salam, S.Ag., M.Hum., Nora Susilawati, S.Sos., M.Si., dan Erda Fitriani, S.Sos., M.Si. Susunan tim tersebut mencerminkan pendekatan multidisiplin yang menggabungkan kajian sejarah, agama, dan sosiologi dalam menganalisis kepemimpinan Tuanku.

Baca Juga  Apkasi Otonomi Expo 2021 Dibuka Presiden, Sutan Riska : Bakal Jadi Tonggak Kebangkitan Ekonomi Daerah

Pelaksanaan kegiatan turut dibantu oleh tim asisten dosen dan mahasiswa, yaitu Ray Silva, M.Pd., Mutiara Rejani Veronika, S.Pd., Ulva Husna, S.Pd., Betri Gusnita, S.Pd., Fadhil Mujahid, S.T., dan Ichlazul Amal. Keterlibatan mereka mencakup dokumentasi kegiatan, pengumpulan data lapangan, pencatatan hasil wawancara, serta pengelolaan data penelitian.
Kegiatan utama penelitian dilakukan melalui wawancara mendalam dengan para Tuanku, labai, pemuka adat, dan tokoh masyarakat.

Narasumber utama dalam kegiatan tersebut adalah Tuanku M. Zein dan Tuanku Qadi. Keduanya memberikan informasi mengenai kedudukan Tuanku dalam masyarakat, proses pewarisan pengetahuan agama, hubungan antara Tuanku dan lembaga adat, serta perubahan peran kepemimpinan Tuanku dari masa ke masa.

Baca Juga  Ketua DPRD Pessel Ingatkan Pemkab untuk Kedepankan Pembangunan Skala Prioritas

Selain menggali sejarah lisan, tim juga menghimpun informasi mengenai peran labai, tradisi surau, pelaksanaan kegiatan keagamaan, penyelesaian persoalan sosial, serta hubungan antara unsur adat dan agama dalam kehidupan sehari-hari. Data tersebut menjadi penting untuk merekonstruksi model kepemimpinan Tuanku secara lebih utuh dan sesuai dengan konteks sosial masyarakat Nagari Lurah Ampalu.