PADANG, HANTARAN.CO – Semen Padang FC resmi menjadi tim kedua menyusul PSBS Biak yang degradasi dari BRI Super League 2025/2026 setelah dikalahkan oleh Dewa United dalam laga pekan ke 31 di Banten International Stadium, Minggu (3/5/2026).
Kekalahan atas tim tuan rumah memastikan Semen Padang FC harus kembali ke Liga 2 musim depan. Pada musim lalu 2024/2025 tim kebanggaan ranah minang ini juga nyaris tergelincir dari BRI Super League, namun kali ini keberuntungan tidak lagi berpihak untuk tim Semen Padang FC.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh manajemen tim untuk membuat tim tetap bertahan di liga kasta tertinggi. Manajemen merekrut pemain dengan jor-joran pada bursa paruh musim dengan nama-nama seperti, Maicon de Souza, Guillermo Fernades, Kianz Froese, Ravy Tsouka. Selain itu, manajemen juga melakukan pergantian pelatih, bahkan dalam satu musim Semen Padang FC memiliki tiga pelatih kepala diantaranya Eduardo Almeida, Dejan Antonic dan Imran Nahumarury.
Hal tersebut dilakukan untuk mendongkrak performa tim. Akan tetapi cara yang sama tidak menghasilkan hasil akhir yang sama juga. Upaya tersebut pernah dilakukan manajemen pada musim 2024/2025. Cara yang persis, mendatangkan sejumlah pemain asing dan lokal sekaligus mengganti juru taktik di tengah kompetisi. Namun musim 2024/2025 mereka berhasil lolos dari jeratan degradasi sementara musim ini tidak.
Berdasarkan statistik performa performa Kabau Sirah di musim ini benar-benar mengecewakan. Sampai pekan ke-31, mereka hanya mencatat lima kali menang dan seri sisanya, 21 pertandingan berakhir dengan kekalahan.
Pertahanan mereka benar-benar rapuh, Semen Padang FC sudah kemasukan 52 gol. Serangan mereka juga lemah, hingga pekan ke 31 mereka hanya bisa membalas dengan 22 gol, catatan ini membuat Semen Padang FC menjadi tim yang paling temandulr di antara semua tim, bahkan dalam enam laga tidak satupun pemain Kabau Sirah yang mencetak gol.
Meski tim sudah dipastikan turun kasta, Pelatih Kepala Semen Padang FC, Imran Nahumarury menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur dan profesional untuk tetap mendampingi Kabau Sirah hingga kompetisi berakhir.






