PADANG, HANTARAN.Co – Kebakaran melanda kawasan Cluster Menara Village Blok C Nomor 7, Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Rabu (15/7/2026) sore. Kebakaran tersebut diduga akibat aktivitas pembakaran sampah.
Kepala Bidang Operasional Sarana dan Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi menjelaskan bahwa kebakaran bermula ketika sekelompok warga membakar sampah di belakang kawasan perumahan. Api kemudian menjalar ke lahan di sekitarnya sebelum akhirnya merambat ke bagian belakang salah satu rumah.
Baca juga : Wali Kota Zulmaeta Apresiasi Prestasi Kader PKK Payakumbuh di Tingkat Nasional
“Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang tidak terkendali. Kobaran kemudian merambat ke lahan dan mengenai bagian belakang rumah warga,” ujarnya.
Peristiwa itu dilaporkan ke Damkar Kota Padang pada pukul 17.18 WIB. Satu menit kemudian petugas langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 17.25 WIB. Setelah melakukan pemadaman selama hampir 30 menit, api berhasil dipastikan padam pada pukul 17.54 WIB
“Berkat laporan cepat masyarakat petugas dapat segera menuju lokasi. Api berhasil dikendalikan sebelum meluas. Meski satu unit rumah mengalami kerusakan pada bagian belakang, potensi kerugian yang jauh lebih besar berhasil dihindari,” ujarnya.
Kelalaian Bakar Sampah Sebabkan Rumah Terbakar
Damkar Kota Padang mengerahkan tiga armada dengan kekuatan sekitar 50 personel untuk memadamkan api. Petugas berhasil mencegah api menjalar ke sekitar 10 bangunan lain di sekitar lokasi kejadian dengan nilai aset yang terselamatkan diperkirakan mencapai Rp50 miliar.
“Kondisi lokasi yang berada di kawasan perumahan dengan akses jalan sempit serta dipadati warga sempat menjadi tantangan bagi petugas saat proses pemadaman berlangsung.
Rumah yang terdampak diketahui milik Andika Putra Ramadhan (21 tahun), seorang wiraswasta. Saat kejadian, terdapat empat penghuni di rumah tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden itu.
“Akibat kejadian itu bagian plafon belakang rumah serta lahan kosong di sekitarnya mengalami kerusakan. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 500 meter persegi dengan total kerugian material ditaksir sekitar Rp20 juta,” ujarnya.
Rinaldi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terutama di dekat kawasan permukiman. Kelalaian kecil dapat memicu kebakaran besar yang mengancam keselamatan jiwa maupun harta benda warga. (h/dna)






