Padang

Ruang Literasi Terbuka Dispusip Padang Dinilai Mampu Dekatkan Minat Baca Generasi Muda

×

Ruang Literasi Terbuka Dispusip Padang Dinilai Mampu Dekatkan Minat Baca Generasi Muda

Sebarkan artikel ini

Padang, Hantaran.co – Upaya menghadirkan ruang literasi yang lebih terbuka dan ramah bagi masyarakat mulai menunjukkan dampak positif. Taman bacaan luar ruang yang disediakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Padang di halaman kantornya mendapat apresiasi dari pengunjung karena dinilai mampu menghadirkan pengalaman membaca yang lebih santai sekaligus berpotensi meningkatkan minat baca, terutama di kalangan generasi muda.

Berbeda dengan konsep perpustakaan konvensional yang identik dengan suasana hening di dalam ruangan, ruang literasi terbuka ini memadukan aktivitas membaca dengan ruang publik yang teduh dan nyaman. Pengunjung dapat menikmati berbagai koleksi buku sambil bersantai di area terbuka yang dikelilingi pepohonan.

Baca Juga  Selama Nataru, Polda Sumbar Gelar Operasi Lilin Singgalang 2021

Salah seorang pengunjung, Laskar Lazuardi Syarif, siswa SMK Negeri 2 Pariaman, menilai konsep tersebut membuat aktivitas membaca terasa lebih menyenangkan dibandingkan di dalam ruangan.

“Kalau di sini dingin, terbuka, dan adem. Kalau di dalam ruangan itu seperti tidak bisa berbicara seperti ini, harus diam dan sunyi. Kadang juga terasa suntuk. Kalau di sini lebih santai dan lebih seru karena suasananya terbuka,” ujarnya saat berkunjung ke halaman Kantor Dispusip Kota Padang, Sabtu (25/7/2026).

Baca Juga  FIFGROUP Cabang Padang 2 Bagi Ratusan Paket Sembako

Menurut Laskar, suasana alami menjadi salah satu daya tarik utama taman bacaan tersebut. Ia berharap area hijau tetap dipertahankan bahkan ditambah agar pengunjung semakin nyaman. Selain itu, ia juga mengusulkan penambahan koleksi buku, termasuk cerita-cerita tentang kenabian yang menjadi salah satu bacaan favoritnya.

Sementara itu, Saskia Mutia Zahra, siswi SMK Negeri 2 Pariaman, menilai keberadaan taman bacaan di ruang terbuka merupakan inovasi yang dapat membuat buku lebih dekat dengan masyarakat. Menurutnya, konsep tersebut memungkinkan masyarakat memanfaatkan waktu beristirahat untuk membaca tanpa harus datang ke ruang perpustakaan.