Ia berharap kegiatan seperti PIAGEX terus berlanjut sebagai wadah untuk menyalurkan bakat sekaligus mendorong lahirnya inovator muda di bidang teknologi.
“Tentu kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak kita yang memiliki bakat di bidang coding tersalurkan bakatnya, serta menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas mereka,” tambahnya.
Salah satu daya tarik PIAGEX 2026 adalah hadirnya berbagai karya game yang mengangkat identitas lokal Kota Padang. Sejumlah peserta mengembangkan permainan bertema Gastronomy City dan Loji Belanda sebagai bagian dari semangat menyambut Hari Jadi Kota Padang (HJK) ke-357 pada 7 Agustus mendatang.
“Ada gim buatan anak-anak kita yang berkaitan dengan Gastronomy City dan Loji Belanda. Ini sesuai dengan peringatan Hari Jadi Kota Padang yang ke-357 pada tanggal 7 Agustus nanti. Ini tentu merupakan sebuah peluang bagi anak-anak kita untuk bisa berprestasi dan berkreasi di bidang digital,” ujar Ikhwansyah.
Sebanyak 96 peserta dari berbagai sekolah di Kota Padang bersama perwakilan guru mengikuti kompetisi dalam tujuh kategori, mulai dari animasi, coding block, pengembangan game, hingga IP development. Selain menjadi ajang kompetisi, PIAGEX juga menjadi ruang belajar, berkolaborasi, dan mempertemukan dunia pendidikan dengan ekosistem industri kreatif.






