Dari sisi belanja daerah, belanja operasi direncanakan sebesar Rp2,66 triliun atau meningkat 8,06 persen dibandingkan APBD awal sebesar Rp2,46 triliun. Belanja modal meningkat cukup signifikan menjadi Rp529,42 miliar dari sebelumnya Rp220,93 miliar atau naik 139,62 persen.
Sementara itu, belanja tidak terduga dialokasikan sebesar Rp5,01 miliar, turun 39,73 persen dari sebelumnya Rp8,31 miliar. Adapun belanja transfer yang pada APBD awal belum dialokasikan, dalam perubahan APBD direncanakan sebesar Rp5 miliar.
Secara keseluruhan, total belanja daerah bertambah sebesar Rp509,21 miliar atau 18,87 persen, dari Rp2,69 triliun menjadi Rp3,21 triliun.
Untuk pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp157,48 miliar yang berasal dari SiLPA Tahun 2025. Sementara pengeluaran pembiayaan direncanakan sebesar Rp10,77 miliar.
Dengan komposisi tersebut, terdapat defisit anggaran sebesar Rp146,71 miliar yang akan ditutupi melalui surplus pembiayaan neto dengan nilai yang sama, sehingga struktur Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 tetap dalam kondisi berimbang.






