BeritaPeristiwa

Pencarian Hari Kedua Bocah Terseret Arus di Muara Buayo Putiah Masih Nihil, Tim SAR Sisir Pantai dengan Perahu Karet

×

Pencarian Hari Kedua Bocah Terseret Arus di Muara Buayo Putiah Masih Nihil, Tim SAR Sisir Pantai dengan Perahu Karet

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN, HANTARAN.Co — Harapan keluarga dan warga Nagari Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), masih menggantung di tengah pencarian hari kedua terhadap Jesra Putra (10), bocah yang hilang terseret arus deras di muara Pantai Simpang Tigo Buayo Putiah.

Sejak Senin (11/5/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, tim gabungan kembali turun melakukan penyisiran di kawasan muara hingga sepanjang bibir pantai. Suasana duka dan cemas masih menyelimuti lokasi kejadian, sementara keluarga korban terus menunggu kabar dengan penuh harap.

Korban diketahui merupakan pelajar asal Pasar Taratak, Kenagarian Taratak, Kecamatan Sutera. Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu (10/5/2026) sore setelah korban bersama sejumlah temannya mandi di kawasan pintu muara Pantai Buayo Putiah.

Baca juga : Tiba di Makkah, Petugas PDG 07 Kawal Jemaah Lansia dan Disabilitas Jalani Umrah Wajib

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelumnya masyarakat setempat sedang bergotong royong membuka pintu muara yang tertutup pasir. Setelah muara terbuka, aliran air menuju laut menjadi sangat deras.

Baca Juga  Per Januari DBD di Pasbar sudah mencapai 58 Kasus

Sekitar pukul 15.30 WIB, Jesra bersama teman-temannya kembali berenang menyeberangi muara untuk mengambil pakaian yang tertinggal di seberang pantai. Namun nahas, saat berada di tengah arus, tubuh korban diduga kehilangan keseimbangan dan langsung terseret derasnya aliran air menuju laut.

Dua orang saksi yang berada di lokasi, Arsel (13) dan Bibil (13), mengaku sempat melihat korban berusaha bertahan sebelum akhirnya tenggelam dan hilang dari pandangan.

“Arus di pintu muara sangat deras, ditambah ombak laut cukup besar saat itu,” ujar Roki salah seorang warga di lokasi pencarian.

Pencarian hari kedua melibatkan personel gabungan dari Polsek Sutera, Koramil Batang Kapas, Basarnas, BPBD Pesisir Selatan, serta masyarakat setempat. Operasi pencarian dipimpin Waka Polsek Sutera IPDA Junaidi Hendra.

Tim Basarnas yang dipimpin Wahyu Hidayat menerjunkan delapan personel, sementara BPBD Pesisir Selatan mengerahkan enam anggota di bawah komando Kabid Kedaruratan Hendri.

Baca Juga  Kejari Pessel Gelar Gerakan Pangan Murah, Beras hingga Daging Dijual di Bawah Harga Pasar

Dua unit perahu karet digunakan untuk menyisir kawasan laut di sepanjang Pantai Simpang Tigo Buayo Putiah. Tim juga melakukan pemantauan di sekitar muara yang diduga menjadi titik terakhir korban terlihat.

Meski pencarian telah diperluas hingga ke bibir pantai dan perairan sekitar, hingga Senin sore korban masih belum ditemukan.

Wali Nagari Taratak, Dodi Saputra, mengatakan seluruh unsur bersama masyarakat masih terus berupaya melakukan pencarian semaksimal mungkin.

“Kami bersama tim gabungan dan masyarakat masih terus melakukan pencarian. Semoga korban segera ditemukan,” katanya.

Sebelumnya, peristiwa hilangnya Jesra sempat membuat warga yang berada di kawasan pantai panik. Ombak besar dan kondisi air keruh menyulitkan proses pertolongan saat korban pertama kali terseret arus.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan muara dan pantai, terutama ketika arus laut sedang tinggi dan pintu muara baru dibuka. (h/kis)