Pada hari kedua operasi, Selasa (28/7/2026), tim SAR gabungan membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan penyisiran di sekitar lokasi terakhir korban terlihat, sementara SRU kedua menyisir area yang lebih luas menggunakan pola pencarian tipe III dengan cakupan sekitar tiga kilometer persegi.
Berbagai peralatan pendukung turut diterjunkan, mulai dari kendaraan operasional, perlengkapan mountaineering, peralatan medis, perangkat komunikasi, hingga drone thermal untuk membantu proses pencarian di kawasan hutan yang memiliki medan cukup berat.
Meski pencarian berlangsung sejak pagi hingga pukul 17.45 WIB, hasil pencarian tetap nihil. Luasnya kawasan hutan menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi tim di lapangan.
Usai evaluasi, pada pukul 18.00 WIB seluruh unsur SAR gabungan melaksanakan debriefing sebelum kembali ke satuan masing-masing. Operasi SAR kemudian diusulkan untuk ditutup.
Operasi ini melibatkan sedikitnya 43 personel gabungan yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Polsek Pauh, BPBD Kota Padang, KSB Pauh, Ideru, Rumah Zakat, Mapala Universitas Andalas, serta perangkat kelurahan.
Meski operasi resmi dihentikan, Basarnas Padang menegaskan akan kembali membuka operasi pencarian apabila di kemudian hari ditemukan petunjuk atau tanda-tanda baru yang mengarah pada keberadaan Afriyanto.






