“Revitalisasi ini diharapkan dapat menghidupkan kembali aktivitas masyarakat di kawasan yang sarat nilai sejarah dan budaya. Ini merupakan bagian dari Program Unggulan (Progul) Jelajah Padang,” katanya.
Fadly menegaskan revitalisasi Kota Tua tidak hanya diarahkan pada pembenahan fisik kawasan. Pemko Padang juga ingin mengembalikan fungsi kawasan sebagai ruang publik yang aktif sekaligus membuka peluang tumbuhnya kegiatan ekonomi dan kreatif masyarakat.
“Pemko Padang siap menjadi fasilitator agar revitalisasi Kota Tua berkembang menjadi gerakan sosial dan ekonomi, bukan sekadar proyek infrastruktur. Kita ingin kawasan Kota Tua kembali menjadi ruang publik yang hidup, tempat tumbuhnya usaha kreatif, serta pembelajaran sejarah dan wisata kuliner lokal,” tutur Fadly.
Selain aspek sejarah dan arsitektur, Fadly juga menyoroti potensi gastronomi sebagai bagian penting dalam pengembangan kawasan Kota Tua.
Menurutnya, kekuatan Kota Padang tidak hanya terletak pada bangunan-bangunan bersejarah, tetapi juga pada identitas kuliner yang kuat dan beragam.
Karena itu, pengembangan gastronomi perlu didukung melalui rebranding yang autentik serta tata kelola profesional dan kolaboratif lintas sektor. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat posisi Padang dalam upaya masuk Jaringan Kota Kreatif UNESCO bidang gastronomi.






