Meski target tersebut telah terlampaui, Kesbangpol menilai keterwakilan responden dari seluruh unsur masyarakat tetap menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar jumlah partisipan.
“Yang terpenting bukan hanya jumlah responden, tetapi keterwakilan seluruh unsur masyarakat. Semakin banyak elemen masyarakat yang berpartisipasi, semakin akurat pula gambaran tingkat harmoni di Kota Padang sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ke depan,” katanya.
Hingga 6 Juli 2026, jumlah responden di Kota Padang telah mencapai 8.151 orang atau jauh melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat. Namun demikian, Kesbangpol tetap mengimbau masyarakat yang menjadi sasaran survei untuk segera mengisi kuesioner sebelum masa pengisian berakhir pada 17 Juli 2026.
“Target responden berasal dari berbagai kalangan agar hasil survei benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat secara menyeluruh. Karena itu, kami mengajak seluruh responden yang menjadi sasaran agar segera meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner Indeks Harmoni Indonesia sebelum batas waktu pengisian berakhir,” ujar Syahendri.
Melalui partisipasi yang lebih luas dan representatif, Pemerintah Kota Padang berharap hasil Indeks Harmoni Indonesia mampu menggambarkan kondisi sosial masyarakat secara utuh sekaligus menjadi landasan dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.






