Payakumbuh

Pemkab Lima Puluh Kota Gelontorkan Rp5,2 Miliar untuk Sekolah Terdampak Bencana, Bupati Safni Tegaskan Komitmen Perbaikan Infrastruktur Pendidikan

×

Pemkab Lima Puluh Kota Gelontorkan Rp5,2 Miliar untuk Sekolah Terdampak Bencana, Bupati Safni Tegaskan Komitmen Perbaikan Infrastruktur Pendidikan

Sebarkan artikel ini

“Ada sekolah di Gunuang Omeh yang harus direlokasi karena kondisi lahannya tidak memungkinkan untuk digunakan kembali. Ini menjadi tantangan tersendiri karena kebutuhan anggaran tentu akan lebih besar dibanding sekadar rehabilitasi bangunan,” jelasnya.

Antoni mengakui masih banyak fasilitas pendidikan di Lima Puluh Kota yang membutuhkan perhatian serius, baik akibat dampak bencana maupun karena faktor usia bangunan. Untuk itu, ia berharap dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat terus ditingkatkan.

“Kami berharap ada tambahan anggaran ke depan karena masih banyak sekolah yang membutuhkan pembenahan infrastruktur. Pendidikan harus menjadi prioritas karena menyangkut masa depan generasi daerah ini,” katanya.

Baca Juga  Padang Data Tanah Mati Wakili Payakumbuh pada Penilaian Lomba Gerakan PKK Sumbar 2026

Sementara itu, Bupati Lima Puluh Kota, Safni, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya memastikan seluruh anak-anak di Lima Puluh Kota mendapatkan akses pendidikan yang layak dan aman meskipun daerah tersebut memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi.

Menurut Safni, pembangunan sektor pendidikan tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga memastikan tersedianya sarana dan prasarana yang mendukung proses pendidikan secara berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota berkomitmen untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan. Tidak boleh ada anak-anak kita yang kehilangan hak belajar hanya karena fasilitas sekolah rusak akibat bencana,” tegas Safni.

Baca Juga  BPBD Payakumbuh Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana bagi Siswa Disabilitas

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat guna mencari berbagai sumber pendanaan untuk percepatan rehabilitasi maupun pembangunan sekolah yang mengalami kerusakan.