Prioritas kedua adalah pengembangan ekosistem pariwisata berkelanjutan yang memanfaatkan potensi alam dan budaya Minangkabau. Melalui konsep pariwisata rendah karbon, Pemerintah Kota Padang menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan.
Selain itu, kedua kota juga sepakat memperluas kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia melalui program pertukaran pelajar, magang vokasi, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, serta pengembangan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya perawat.
Fadly menilai pengalaman Jerman dalam pengelolaan sumber daya air, energi, dan pembangunan kota hijau sangat relevan dengan arah pembangunan Kota Padang. Menurutnya, dukungan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) akan memperkuat alih teknologi, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta implementasi berbagai program lingkungan.
“Kami melihat pengalaman Jerman dalam pengelolaan sumber daya air, energi, dan pembangunan kota hijau sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan Kota Padang saat ini. Dukungan GIZ sebagai mitra strategis juga akan memperkuat alih teknologi, pengembangan kapasitas kelembagaan, serta implementasi program-program lingkungan,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer mengapresiasi sambutan hangat Pemerintah Kota Padang dalam kunjungan keduanya ke ibu kota Provinsi Sumatera Barat tersebut. Ia berharap kemitraan yang telah berlangsung hampir empat dekade itu semakin diperkuat melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi kedua daerah.






