“Gejala klinis pada mulut ditandai dengan munculnya lepuh mirip sariawan dan produksi air liur berlebihan. Sementara pada kuku, terjadi luka di celah kuku yang berpotensi mengelupas dan memicu belatung jika terlambat ditangani. Kondisi ini bisa fatal dan memaksa peternak melakukan potong paksa jika tidak cermat,” jelasnya.
Sebagai upaya pencegahan, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan telah menyalurkan vaksin PMK yang diberikan secara gratis kepada peternak. Tahun ini, UPT Puskeswan Kota Padang mengelola 700 dosis vaksin yang akan didistribusikan selama kuota masih tersedia.
Vaksin diberikan kepada hewan ternak yang memenuhi persyaratan, antara lain dalam kondisi sehat, telah beradaptasi minimal satu minggu di kandang baru, berusia minimal tiga bulan, serta tidak sedang bunting.
Dinas Pertanian juga mencatat adanya peningkatan kesadaran peternak dibandingkan saat awal merebaknya wabah PMK pada 2022. Peternak dinilai semakin kooperatif dalam melaporkan dugaan kasus, memperketat biosekuriti kandang, dan tidak lagi terburu-buru menjual atau memotong ternak yang sakit.
Melalui vaksinasi gratis dan respons cepat terhadap setiap laporan kasus, Pemerintah Kota Padang berharap penyebaran PMK dapat terus dikendalikan sehingga kesehatan ternak tetap terjaga dan kerugian ekonomi yang dialami peternak dapat diminimalkan.






