Mahasiswa juga menyoroti masih minimnya fasilitas penunjang pendidikan seperti jaringan listrik, akses internet, kursi dan meja belajar di sejumlah sekolah terpencil.
Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, yang menerima langsung massa aksi menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa terhadap dunia pendidikan.
Bahkan, di hadapan mahasiswa, ia menegaskan siap menerima kritik apabila pemerintahan saat ini tidak mampu membawa perubahan bagi sektor pendidikan.
“Silakan gulingkan pemerintahan ini kalau memang tidak ada perubahan di dunia pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota ke depannya,” ujarnya disambut sorak massa aksi.
Ia juga menyebut pemerintah daerah tahun ini akan menambah pembangunan tower BTS di sejumlah wilayah yang masih sulit mendapatkan akses internet dan sinyal komunikasi.
“Insyaallah tahun ini akan ada penambahan tower BTS di daerah yang sulit internet maupun sinyal,” katanya.
Terkait tuntutan perbaikan jalan menuju sekolah, ia menegaskan pemerintah daerah tetap menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas meski di tengah keterbatasan anggaran.






