Selain itu, Perumda AM Padang tengah melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi untuk mengatasi masalah kekeruhan air baku pascabencana alam beberapa waktu lalu. Upaya ini meliputi perbaikan aset di Intake Kampung Koto, pemulihan 12 unit filter di Gunung Pangilun, serta perbaikan eskalator IPA Gunung Pangilun yang memiliki kapasitas 500 liter per detik.
“Kondisi air baku kita pasca bencana sampai saat ini masih tetap keruh. Untuk itu kami mengimbau pelanggan bijak dan berhemat dalam menggunakan air selama masa pemeliharaan,” ujarnya
Lebih lanjut, Hendra mengatakan pelanggan dapat mengajukan permintaan bantuan air bersih melalui layanan mobil tangki jika mengalami gangguan.
“Pelanggan bisa melaporkan melalui call center atau media sosial resmi dengan menyertakan nomor ID pelanggan dan nomor telepon yang dapat dihubungi. Layanan ini diberikan secara gratis bagi pelanggan yang terdampak,” ujarnya
Meski demikian, Hendra meminta pelanggan agar memaklumi jika pelaksanaannya belum maksimal dari sisi ketepatan waktu. Hal itu dipengaruhi oleh mobil tangki distribusi air menghadapi kendala akibat terbatasnya pasokan solar.
“Saat ini kami memiliki enam armada mobil tangki. Kendalanya adalah kesulitan mendapatkan solar, sehingga distribusi air gratis kepada pelanggan ikut terhambat,” ujarnya.






