Ia menjelaskan, potensi gelombang tinggi dipengaruhi oleh angin yang bertiup dominan dari Barat Laut hingga Utara dengan kecepatan berkisar 20–25 knot. Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah perairan Sumatera Barat secara umum masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, serta masyarakat yang beraktivitas di laut agar terus memantau perkembangan informasi cuaca sebelum berlayar. Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas, terutama bagi kapal-kapal berukuran kecil yang lebih rentan terhadap gelombang tinggi.
Peringatan dini ini juga menjadi perhatian bagi operator penyeberangan menuju Kepulauan Mentawai dan wilayah pesisir lainnya agar meningkatkan kewaspadaan selama periode berlakunya prakiraan tersebut. Apabila kondisi cuaca memburuk, operator pelayaran diharapkan menyesuaikan jadwal pelayaran sesuai perkembangan cuaca di lapangan.
BMKG menegaskan akan terus memperbarui informasi prakiraan cuaca dan kondisi gelombang laut. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi BMKG serta tidak mengabaikan peringatan dini demi mengurangi risiko kecelakaan di laut. (*)






