Pada sektor pembiayaan daerah juga terjadi perubahan. Pembiayaan netto dialokasikan sebesar Rp72.466.981.060 yang seluruhnya bersumber dari SILPA hasil audit BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025. Dana tersebut dimanfaatkan untuk menutup kebutuhan pembiayaan akibat meningkatnya alokasi belanja pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.
Bupati Yulianto berharap pembahasan Rancangan KUA-PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dapat berjalan lancar melalui kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan DPRD. Dengan tercapainya kesepakatan bersama, perubahan APBD diharapkan mampu menjawab kebutuhan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pasaman Barat.






