Sedangkan empat sampel makanan lainnya, yakni tahu, saus lada hitam, sayur buncis dan jagung, serta semangka kuning, memenuhi persyaratan berdasarkan parameter pemeriksaan yang dilakukan.
Menurut Susrikawati, hasil investigasi Dinkes juga menemukan adanya sejumlah SOP yang perlu menjadi perhatian pihak dapur SPPG.
“Investigasi dinkes terkait kasus keracunan, surveilans kasus, serta mengirim sampel makanan ke laboratorium untuk diuji. Kemudian, melakukan tracking tenaga penjamah, tracking bahan baku suda dilakukan. Kini, saatnya untuk pembinaa. Ada beberapa SOP yang terlalaikan (oleh dapur), itu yang harus dibina,” ujarnya.
Ia menyebut SOP yang perlu dibenahi mencakup beberapa tahapan dalam penyelenggaraan makanan, mulai dari kebersihan personal hingga proses makanan sebelum sampai kepada penerima.
“SOP yang diindikasi lalai di antaranya personal higiens, kebersihan hingga terkait proses pengangkutan dan penyimpanan bahan makanan, pengolahan serta pemorsian makanan,” katanya.






