PASAMAN, HANTARAN.Co — Tim SAR gabungan kembali menyisir kawasan terdampak banjir bandang di Kampung Parit, Jorong Tonang Raya, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Selasa (22/9/2026).
Memasuki hari kelima operasi pencarian, petugas memperluas penyisiran hingga sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Amri Anto (51 tahun), warga setempat yang dilaporkan terseret arus banjir bandang sejak Jumat (18/9/2026), masih belum ditemukan.
Koordinator Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi, mengatakan pencarian dilakukan dengan membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) yang menyisir dua sektor berbeda.
“Hari kelima pencarian kami lakukan dengan membagi tim menjadi dua SRU. Penyisiran dilakukan di dua sektor dengan radius pencarian sekitar 1 hingga 1,5 kilometer dari lokasi kejadian. Namun sampai operasi dihentikan sore ini, korban belum berhasil ditemukan,” ujarnya
Pencarian dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. SRU 1 menyisir sektor A di sekitar lokasi kejadian dengan radius sekitar satu kilometer, sedangkan SRU 2 bergerak di sektor B dengan radius pencarian mencapai 1,5 kilometer.
Operasi melibatkan puluhan personel gabungan dari Pos SAR Pasaman, Unit Siaga SAR Agam, Polres Pasaman, BPBD Pasaman, Kodim 0305, local hero, serta masyarakat.
Dalam pencarian tersebut, tim juga mengerahkan sejumlah peralatan pendukung, di antaranya rescue car double cabin, rescue truck, ambulans, LCR, peralatan SAR air, Aqua Eye, drone thermal, excavator, serta peralatan medis dan komunikasi.
Setelah pencarian berlangsung hingga pukul 18.00 WIB, Tim SAR gabungan memutuskan menghentikan operasi sementara karena hasil pencarian masih nihil.
Pencarian akan kembali dilanjutkan pada Rabu (23/9/2026) mulai pukul 07.00 WIB sesuai rencana operasi SAR.
“Operasi hari kelima kami hentikan pada pukul 18.00 WIB dengan hasil masih nihil. Tim akan kembali melanjutkan pencarian besok pagi dengan tetap melakukan penyisiran di area yang telah ditentukan,” ujarnya
Novi menyebut kondisi medan menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian. Tebalnya sedimentasi tanah dan tumpukan material akibat banjir bandang membuat proses penyisiran harus dilakukan secara hati-hati.
“Material yang terbawa banjir cukup tebal, terutama sedimentasi tanah dan tumpukan material. Kondisi itu menjadi faktor penghambat dalam pencarian karena sejumlah titik harus diperiksa dan disisir dengan cermat,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, banjir bandang tersebut terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kabupaten Pasaman sejak sekitar pukul 16.00 WIB, Jumat (18/9/2026). Sekitar pukul 17.15 WIB, banjir bandang menerjang Kampung Parit dan menyebabkan Amri Anto terseret arus.(h/dna)






