Ia menjelaskan, hasil koordinasi dengan Kepala UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah III Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat, didapat kesimpulan bahwa penanganan awal akan difokuskan pada perbaikan gorong-gorong yang rusak.
“Perbaikan gorong-gorong akan segera dilakukan dengan rencana pemasangan box culvert sebagai solusi teknis yang paling sesuai dengan kondisi di lapangan,” jelas Ofrizon.
Selain itu, pemerintah juga telah mengidentifikasi sejumlah ruas jalan lain yang mengalami kerusakan, termasuk jalan berlubang di berbagai titik. Perbaikan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran serta tingkat urgensi.
“Perbaikan dilakukan bertahap, dengan memprioritaskan titik-titik yang paling mendesak,” katanya.
Untuk tahun 2026, terdapat beberapa paket pekerjaan jalan yang akan dilaksanakan melalui dukungan pemerintah provinsi, di antaranya ruas Manggopoh–Padang Luar, Matur–Palembayan dan Padang–Koto Gadang.
“Khusus ruas Manggopoh–Padang Luar, dialokasikan anggaran sekitar Rp20 miliar. Selanjutnya akan dilakukan survei lanjutan untuk menentukan titik prioritas agar pekerjaan optimal,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Agam pun mengimbau masyarakat untuk bersabar dan tetap berhati-hati saat melintasi ruas jalan yang rusak.





