Sumbar

Puluhan Lubang Ancam Pengguna Jalan, Warga Lubuk Basung Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak

×

Puluhan Lubang Ancam Pengguna Jalan, Warga Lubuk Basung Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak

Sebarkan artikel ini

AGAM, HANTARAN. co— Aksi protes warga terhadap kondisi jalan rusak di Lubuk Basung, Kabupaten Agam, kian mencolok. Sejumlah warga menanam pohon pisang di badan jalan yang berlubang sebagai bentuk peringatan bagi pengendara sekaligus sindiran atas lambannya perbaikan.

Pantauan Haluan pada Selasa (28/4/2026) menemukan sedikitnya dua titik penanaman pohon pisang, yakni di kawasan Pasar Balai Salasa dan di hilir Pasar Lama Lubuk Basung. Di sepanjang ruas jalan dari Simpang Gudang hingga Pasar Lama, terlihat puluhan lubang dengan ukuran bervariasi yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Seorang warga setempat, Andi (45 tahun) mengatakan kondisi jalan tersebut sudah lama dikeluhkan masyarakat karena sering menyebabkan kecelakaan, terutama saat hujan turun pada malam hari.

Baca Juga  Hore! PIP Jalur Aspirasi Lisda Hendrajoni Sudah Dibuka, Ini Ketentuannya

“Sudah banyak korban jatuh di sini, apalagi kalau hujan malam. Lubang tidak kelihatan, jadi pengendara sering terperosok,” ujarnya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Rinaldi (38 tahun), yang menyebut kerusakan jalan tidak hanya membahayakan pengendara roda dua, tetapi juga merugikan pengguna mobil.

“Kalau mobil, paling sering velg yang jadi korban. Banyak yang penyok karena menghantam lubang,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Agam, Ofrizon, menjelaskan bahwa ruas jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Baca Juga  SSB POSMAS dapat Bantuan dari Anggota DPRD Agam

Ia menyebutkan, ruas jalan dari Simpang Gudang Manggopoh hingga Simpang Padanglua merupakan jalan provinsi dengan nomor ruas P.025 dan memiliki panjang 69,43 kilometer.

“Bupati Agam telah menginstruksikan agar dilakukan koordinasi intensif dengan Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat serta UPTD Jalan dan Jembatan di Bukittinggi,” ujarnya.