Dua bersaudara tersebut akhirnya berada dalam kendaraan politik yang berbeda, namun tetap berada dalam satu panggung politik yang sama di Kota Payakumbuh.
Bagi Demokrat, tantangan berikutnya adalah bagaimana mempertahankan kekuatan politiknya setelah figur yang pernah diusung dalam Pilkada 2024 kini menjadi bagian dari partai lain.
Sementara bagi Zulmaeta dan Gerindra, tantangannya adalah membuktikan bahwa bergabungnya wali kota tersebut bukan hanya perubahan administrasi keanggotaan partai, tetapi mampu memperkuat konsolidasi politik Gerindra di Kota Payakumbuh.
Peta politik Payakumbuh pun memasuki babak baru. Zulmaeta bersama Gerindra, Armen bersama Demokrat. Hubungan persaudaraan tetap satu, tetapi pilihan politik berjalan di jalurnya masing-masing. (*)












