Ia meminta siswa membangun kebiasaan sederhana dengan mengurangi penggunaan plastik dan membuang sampah pada tempatnya.
“Madrasah ini telah dikenal sebagai sekolah yang peduli lingkungan. Mari kita jaga bersama. Jangan hanya pandai berbicara tentang kebersihan, tetapi juga membiasakan tindakan nyata. Kalau melihat sampah, ambillah dan buang ke tempat sampah. Dulu kita mengenal gerakan dengan istilah ‘LISA’, yakni Lihat Sampah Ambil. Budaya itu harus kita hidupkan kembali,” katanya.
Menurut Elzadaswarman, kepedulian terhadap kebersihan perlu berjalan seiring dengan penerapan pola hidup sehat. Ia mengingatkan siswa agar membangun kebiasaan hidup bersih dan menjaga kesehatan sejak usia sekolah.
“Kesehatan adalah modal utama untuk meraih cita-cita. Hal-hal besar selalu diawali dari kebiasaan kecil. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah sederhana yang memberikan manfaat besar bagi kehidupan,” tuturnya.
Ia juga mengajak siswa membiasakan olahraga secara teratur. Ajakan tersebut disampaikan secara interaktif dan mendapat respons antusias peserta upacara melalui yel-yel yang dipimpinnya.






