Salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah rencana penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) oleh Polres Payakumbuh. Zulmaeta menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas.
Menurutnya, penerapan ETLE dapat menjadi salah satu instrumen untuk membangun budaya tertib berlalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
“Kami mendukung pemanfaatan teknologi seperti ETLE yang diwacanakan Polres Payakumbuh. Pemerintah Kota akan berupaya membantu agar program tersebut dapat diwujudkan karena akan memberikan manfaat bagi kelancaran arus lalu lintas, keamanan, dan ketertiban masyarakat,” katanya.
Selain lalu lintas, Zulmaeta menilai kerja sama pemerintah daerah dengan Polri, TNI, dan unsur terkait lainnya perlu terus diperkuat untuk menjaga stabilitas keamanan di Payakumbuh.
Menurutnya, posisi Kota Payakumbuh sebagai salah satu daerah perlintasan dan pintu gerbang menuju Sumatera Barat memiliki konsekuensi terhadap aspek keamanan dan ketertiban yang perlu ditangani secara bersama-sama.






