“Momen ini bukan sekadar mengantar atau mengambil rapor, tetapi menjadi kesempatan membangun komunikasi yang lebih erat antara ayah dan anak. Kedekatan seperti inilah yang akan menjadi bekal penting bagi perkembangan mereka,” ujarnya.
Zulmaeta juga meminta seluruh satuan pendidikan mendukung pelaksanaan gerakan tersebut dengan menyampaikan jadwal kegiatan kepada orang tua serta menciptakan lingkungan yang mendorong keterlibatan ayah dalam aktivitas pendidikan anak.
Selain itu, ia berharap instansi pemerintah maupun perusahaan tempat para ayah bekerja dapat memberikan dispensasi keterlambatan sesuai ketentuan yang berlaku agar mereka tetap memiliki kesempatan mendampingi anak tanpa mengabaikan tanggung jawab pekerjaan.
Menurut Zulmaeta, keberhasilan membangun generasi yang berkualitas membutuhkan sinergi yang kuat antara keluarga, sekolah, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Ia berharap Gerakan Ayah Teladan Indonesia tidak berhenti sebagai sebuah program, tetapi tumbuh menjadi budaya pengasuhan di Kota Payakumbuh sehingga semakin banyak ayah terlibat aktif dalam mendampingi pendidikan anak sekaligus memperkuat peran keluarga dalam menyiapkan generasi Payakumbuh yang berkarakter, unggul, dan berdaya saing.






