Program tersebut sekaligus dikaitkan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 2 tentang Zero Hunger, SDG 3 tentang Good Health and Well-being, SDG 5 tentang Gender Equality, SDG 8 tentang Decent Work and Economic Growth, SDG 10 tentang Reduced Inequalities, serta SDG 12 tentang Responsible Consumption and Production.
Bagi Sharp, ukuran keberhasilan program bukan hanya berapa banyak sayuran yang berhasil dipanen. Dampak yang lebih besar diharapkan muncul ketika ibu memiliki keterampilan baru untuk menghasilkan pendapatan, keluarga semakin memahami pentingnya makanan bergizi, dan anak-anak mulai mengenal sayuran sebagai bagian dari menu sehari-hari.
“Bukan sekadar program menanam sayuran, tetapi sebuah upaya untuk menanam pengetahuan, menumbuhkan kemandirian dan memanen masa depan yang lebih baik bagi keluarga Indonesia,” kata Pandu Setio, PR & Brand Communication Department Head PT Sharp Electronics Indonesia.
Melalui Sharp Hydro Heroes, Sharp Indonesia berharap pertanian hidroponik dapat menjadi awal dari perubahan yang lebih luas: lahan menjadi produktif, ibu semakin berdaya, keluarga semakin sadar gizi, dan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan serta keberlanjutan. (*)












