“Kolaborasi antara dunia usaha dan dunia pendidikan seperti Sharp Class merupakan implementasi nyata konsep link and match yang terus kami dorong. Kami mengapresiasi komitmen Sharp Indonesia dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi dan berharap semakin banyak industri yang terlibat dalam mencetak lulusan SMK yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ujarnya.
Program Sharp Class pertama kali diluncurkan pada 2012 sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Sharp Indonesia yang berfokus pada pengembangan pendidikan vokasi.
Hingga kini, program tersebut telah diterapkan di 28 SMK yang tersebar di berbagai daerah, termasuk Aceh, Padang, Malang, Denpasar, Banjarmasin, serta sejumlah kota di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.
Sejak pertama kali dijalankan, sebanyak 923 siswa telah mengikuti Sharp Class. Sekitar 10 persen di antaranya berhasil bergabung sebagai karyawan PT Sharp Electronics Indonesia, sementara lulusan lainnya berkarier di berbagai perusahaan nasional maupun internasional atau membangun usaha mandiri.
Program ini juga menjadi bagian dari kontribusi Sharp Indonesia dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara dunia industri, pendidikan, dan pemerintah.
PR & Brand Communication Department Head PT Sharp Electronics Indonesia, Pandu Setio, menegaskan bahwa investasi terhadap kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan.
“Kami meyakini bahwa keberlanjutan dibangun melalui kolaborasi dan investasi pada manusia. Melalui Sharp Class, kami ingin mendukung lahirnya generasi yang lebih siap menghadapi dunia kerja sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri. Kami berharap program ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” tutupnya. (*)









