Dengan begitu, perbaikan jalan bukan hanya soal memudahkan siswa pergi dan pulang sekolah. Lebih dari itu, jalan yang layak menjadi kebutuhan masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
Anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, Prima Maifirson, mengatakan pihaknya sebagai wakil rakyat akan berupaya memperjuangkan aspirasi masyarakat dan sekolah agar akses jalan tersebut mendapat perhatian pemerintah daerah.
Menurutnya, masih terdapat sekitar dua kilometer jalan yang membutuhkan pengaspalan. Sementara sebagian ruas jalan yang telah diaspal kondisinya masih terputus-putus sehingga belum memberikan akses yang benar-benar nyaman bagi masyarakat.
“Sebagai wakil rakyat, tentu kami akan mengupayakan agar aspirasi sekolah dan masyarakat ini bisa mendapatkan perhatian. Masih ada sekitar kurang lebih dua kilometer yang membutuhkan pengaspalan,” ujarnya.
Bagi warga setempat, jalan tersebut bukan sekadar hamparan aspal yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya. Jalan itu adalah urat nadi yang setiap hari dilalui anak-anak menuju sekolah, guru yang mengabdi, orang tua yang mengantar buah hati, dan masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada akses tersebut.
Doni, salah seorang warga setempat, berharap kondisi jalan itu menjadi perhatian serius pemerintah daerah.






