SIJUNJUNG, HANTARAN.CO — Suasana Mapolres Sijunjung mendadak dipadati ribuan warga dari berbagai kecamatan pada Minggu (7/6/2026) malam.
Gelombang massa yang datang secara bergelombang itu dipicu dugaan penganiayaan terhadap seorang aktivis LSM, sekaligus tuntutan klarifikasi atas sejumlah informasi terkait aktivitas pertambangan yang dinilai sebagian masyarakat tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Meski sempat memunculkan ketegangan, situasi akhirnya berhasil dikendalikan melalui dialog dan mediasi yang difasilitasi jajaran Polres Sijunjung. Pertemuan tersebut berujung pada kesepakatan damai dan penyelesaian secara kekeluargaan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 17.40 WIB di Jorong Aur Gading, Nagari Limo Koto, Kecamatan Koto VII. Seorang anggota LSM berinisial J, yang dikenal aktif menyampaikan informasi terkait aktivitas pertambangan melalui media sosial dan berbagai platform informasi, diduga mengalami penganiayaan saat berada di wilayah tersebut.
Saat kejadian, J diketahui tengah bersilaturahmi ke rumah salah seorang warga. Kehadirannya kemudian diketahui oleh sejumlah masyarakat yang mendatangi lokasi.
Warga mengaku keberatan terhadap sejumlah informasi mengenai aktivitas pertambangan di Kabupaten Sijunjung, yang mereka nilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan berpotensi merugikan masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertambangan rakyat.
Situasi yang sempat memanas mengakibatkan terjadinya dugaan penganiayaan terhadap J. Selain itu, satu unit mobil Toyota Rush berwarna putih yang digunakannya juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Mendapat laporan kejadian tersebut, personel Polres Sijunjung segera menuju lokasi untuk mengamankan situasi dan mengevakuasi korban. Langkah cepat aparat dilakukan guna mencegah eskalasi konflik yang lebih besar, serta menjaga keamanan masyarakat.
J kemudian dibawa ke Mapolres Sijunjung untuk mendapatkan perlindungan dan penanganan lebih lanjut.
Tidak lama berselang, sekitar pukul 18.00 WIB, masyarakat dari sejumlah wilayah seperti Kecamatan Koto VII, IV Nagari, Sijunjung, Kupitan, hingga Tanjung Gadang mulai berdatangan ke Mapolres Sijunjung. Mereka menyampaikan aspirasi, serta meminta adanya klarifikasi terhadap berbagai informasi yang selama ini berkembang terkait aktivitas pertambangan rakyat.
Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah didampingi para pejabat utama Polres Sijunjung, menerima langsung perwakilan masyarakat untuk berdialog. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai masukan, keberatan dan harapan, agar informasi yang beredar dapat disampaikan secara objektif, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.












