PADANG, HANTARAN.co– Politeknik Negeri Padang (PNP) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama dua tahun berturut-turut. Capaian ini menunjukkan pengelolaan keuangan, sistem pengendalian internal, dan kepatuhan terhadap regulasi di lingkungan kampus berjalan dengan baik.
Auditor Akuntan Publik Soekamto Adi Syahril, Drs. Syahril Ali, mengatakan WTP merupakan predikat tertinggi dalam audit laporan keuangan. Menurutnya, opini tersebut menunjukkan laporan keuangan telah disusun sesuai standar yang berlaku dan didukung bukti yang memadai.
“Selama dua tahun terakhir kami melakukan audit terhadap PNP dan hasilnya memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian,” ujarnya, Rabu(24/6/2026).
Syahril menjelaskan, terdapat tiga faktor utama yang mendukung keberhasilan PNP mempertahankan opini WTP, yakni kepatuhan dalam pengelolaan keuangan, efektivitas sistem pengendalian internal, serta kepatuhan terhadap berbagai regulasi yang berlaku.
Ia juga menyebut audit terhadap perguruan tinggi berstatus Badan Layanan Umum (BLU) dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik independen dengan pengawasan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Menurutnya, capaian WTP tidak hanya mencerminkan kualitas laporan keuangan, tetapi juga menunjukkan komitmen institusi dalam menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik.
Sementara itu, Direktur PNP Revalin Herdianto menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa WTP bukanlah tujuan utama, melainkan bentuk pengakuan atas konsistensi institusi dalam menerapkan tata kelola yang baik.
“Bagi kami, WTP bukan tujuan. WTP adalah apresiasi terhadap ketaatan institusi dalam menjalankan tata kelola yang baik,” katanya.
Revalin menambahkan, PNP terus berfokus pada penguatan sistem, prosedur, dan budaya kerja yang mendukung transparansi serta akuntabilitas. Menurutnya, sistem yang kuat akan memastikan capaian positif dapat terus dipertahankan meskipun terjadi pergantian pimpinan.
“Kami sangat menghormati proses. Karena proses yang baik akan menghasilkan tata kelola yang baik dan pada akhirnya melahirkan kepercayaan publik terhadap institusi,” tutupnya.






