Direktur Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang, Yudi Antomi, menilai pengembangan industri kreatif tidak dapat berjalan tanpa sinergi antara dunia pendidikan dan industri. Karena itu, PIAGEX menjadi wadah penting untuk mempertemukan keduanya agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kami berharap, kegiatan seperti PIAGEX ini dapat menjadi wadah penting untuk mempertemukan dunia pendidikan dengan industri, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan dan kreativitas,” ujarnya.
Ketua Panitia PIAGEX 2026, Bayu R. Fajri, mengatakan expo tahun ini juga menghadirkan pelaku industri animasi dan game dari dalam maupun luar negeri. Selain pameran karya dan stan dari sekolah, perguruan tinggi, serta industri, PIAGEX menggelar tujuh cabang perlombaan, mulai dari desain game tingkat SMP, pembuatan educational game bagi guru, animasi pendek, hingga live coding pembuatan game. Sekitar 300 peserta terlibat dalam berbagai kompetisi tersebut.
Melalui PIAGEX 2026, Pemerintah Kota Padang bersama para mitra berharap ekosistem industri kreatif digital di daerah terus berkembang. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan pameran, PIAGEX diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan talenta yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Kota Padang sebagai salah satu pusat pengembangan animasi dan game di Indonesia.






