Wawako juga mengingatkan seluruh peserta agar mengedepankan efisiensi pelaksanaan, kepatuhan pada regulasi, serta disiplin pelaporan keuangan berbasis kinerja. Semangat transparansi ini selaras dengan posisi membanggakan Kota Payakumbuh yang terpilih sebagai satu dari tiga kota percontohan daerah bebas korupsi di Indonesia.
Melalui sinergi dengan aparat penegak hukum, Pemko Payakumbuh berharap tata kelola pemerintahan dapat berjalan on the track.
“Istilahnya cangkuak putih kawan pado-podo (terbuka dan sejalan). Jika tata kelola anggaran dilakukan dengan baik dan lurus, pembangunan akan berjalan lancar dan mutunya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Elzadaswarman.
Kegiatan FGD yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dan dimoderatori langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Nalfira ini dilanjutkan dengan pemaparan teknis, studi kasus intelijen, dan diskusi interaktif, guna memastikan Dana Revitalisasi 2026 tepat sasaran.






