Menurutnya, inovasi tersebut menunjukkan kemampuan generasi muda mengolah potensi lokal menjadi produk yang bermanfaat sekaligus bernilai ekonomi.
“Kami merasa bangga dengan semangat anak-anak kita yang terus berprestasi dan berani berkompetisi di tingkat nasional. Inovasi ‘Bonsimi Urang Rantau’ menunjukkan bahwa generasi muda mampu mengolah potensi lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal menjadi pangan bergizi yang memiliki nilai ekonomi. Kreativitas seperti inilah yang harus terus didorong karena dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membuka peluang usaha di masa depan,” kata Elzadaswarman.
Ia menilai keikutsertaan dalam FIKSI menjadi kesempatan berharga bagi para siswa untuk mengasah kemampuan, memperluas wawasan, serta membangun kepercayaan diri dalam berkompetisi di tingkat nasional.
“Prestasi tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh. Saya berharap anak-anak terus percaya diri, terus mengembangkan inovasi yang dimiliki, dan menjadikan FIKSI sebagai ruang untuk belajar serta mengembangkan potensi diri. Berikan kemampuan terbaik agar mampu mengharumkan nama sekolah, Kota Payakumbuh, dan Sumatera Barat di tingkat nasional,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan ICBS menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh kepada para siswa yang akan mengikuti FIKSI Tahap II.
Menurutnya, dukungan dan motivasi yang diberikan Wakil Wali Kota menjadi penyemangat bagi para peserta untuk terus mengembangkan inovasi dan memberikan hasil terbaik pada ajang nasional tersebut.
Pertemuan ditutup dengan foto bersama sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh kepada para siswa yang akan mewakili sekolah pada Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) Tahap II.






