Heru menjelaskan, terdapat sejumlah aspek penting yang harus dipersiapkan generasi muda untuk memasuki dunia kerja. Selain penguasaan hard skill dan soft skill, lulusan juga perlu memiliki mental yang kuat, sikap atau attitude yang baik, kemampuan mengadopsi teknologi digital (tech savvy), membangun personal branding, menyusun curriculum vitae (CV) yang menarik, hingga menjaga jejak digital yang positif.
Ia juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya investasi sejak dini melalui tabungan emas. Menurutnya, mahasiswa dapat mulai berinvestasi dengan menyisihkan sebagian uang jajan secara rutin dibandingkan menghabiskannya untuk kebutuhan konsumtif.
“Dengan menabung emas, mahasiswa dapat belajar berinvestasi sejak dini dan mempersiapkan kebutuhan masa depan secara lebih terencana,” katanya.
Lebih lanjut, Heru menilai paradigma persaingan di dunia kerja saat ini telah mengalami perubahan signifikan. Industri tidak lagi hanya mencari lulusan yang memiliki kecerdasan akademik tinggi, tetapi lebih membutuhkan individu yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan kerja.
“Lulusan yang dibutuhkan saat ini adalah mereka yang cepat mempelajari hal baru, memiliki integritas dan profesionalitas tinggi, serta mampu bergerak lincah dan fleksibel mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.






