Pendidikan

Mahasiswa Tari UNP Gelar Pertunjukan, Perkenalkan Tari Tradisional ke Generasi Muda

×

Mahasiswa Tari UNP Gelar Pertunjukan, Perkenalkan Tari Tradisional ke Generasi Muda

Sebarkan artikel ini

PADANG, HANTARAN.co— Upaya memperkenalkan tari tradisional kepada generasi muda terus dilakukan kalangan akademisi seni. Melalui pertunjukan tari yang digelar di Fabriek Padang, Sabtu (23/5/2026), mahasiswa Program Studi Pendidikan Tari Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang (UNP) menghadirkan beragam tari etnik Sumatera yang dikembangkan secara kreatif tanpa meninggalkan akar tradisinya.

Dosen Program Studi Pendidikan Tari FBS UNP, Nerosti mengatakan, pertunjukan tersebut merupakan bagian dari penilaian mata kuliah Tari dan Industri Kreatif serta Tari Sumatera. Sebanyak 80 mahasiswa terlibat dalam delapan penampilan tari yang menampilkan ragam budaya Sumatera, mulai dari tari Aceh, Lampung, Sumatera Utara, tari piring, hingga tari-tari baru hasil pengembangan mahasiswa berbasis tari etnik.

Baca Juga  Sekda Minta Anggota Pramuka Terus Mengabdi Tanpa Batas

Menurut Nerosti, kegiatan tersebut sengaja dibawa keluar dari lingkungan kampus agar mahasiswa dapat memperkenalkan karya seni mereka langsung kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda yang kini lebih dekat dengan budaya modern.

“Gen Z saat ini lebih tertarik pada hal-hal modern. Karena itu, kami ingin memperkenalkan kembali budaya tari tradisional dengan pendekatan yang lebih kreatif agar budaya Sumatera tidak ditinggalkan begitu saja. Walaupun tari yang ditampilkan merupakan hasil pengembangan, tetapi tetap berlandaskan pada tradisi,” ujarnya.

Sementara itu dosen lainnya Susmiarti menjelaskan, mata kuliah Tari dan Industri Kreatif tidak hanya berfokus pada kemampuan artistik mahasiswa, tetapi juga melatih mereka memahami dunia industri pertunjukan. Mahasiswa didorong untuk mampu membangun relasi, mencari ruang pertunjukan, hingga memasarkan jasa seni secara profesional.

Baca Juga  Telkom dan Universitas Tanjungpura Luncurkan Program Smart KKN Digital

“Melalui mata kuliah ini, mahasiswa belajar bagaimana melobi tempat pertunjukan agar bisa menjadi wadah kreativitas mereka. Projek akhirnya adalah bagaimana mereka mampu menjual jasa pertunjukan seperti yang dilakukan saat ini, sehingga karya mereka tidak hanya diapresiasi di lingkungan kampus, tetapi juga di ruang publik,” katanya.

Dosen lainnya Vinna Aulya menilai seni tari tradisi yang dikembangkan tetap memiliki daya tarik tersendiri di tengah masyarakat. Hal itu terlihat dari antusiasme pengunjung yang menyaksikan pertunjukan hingga selesai.

Ia menambahkan, kolaborasi berbagai tari etnik Sumatera dalam satu panggung juga menjadi cara untuk memperkenalkan keberagaman budaya dalam satu wilayah yang sama.