Katanya, pembangunan gapura dilakukan secara bertahap selama dua hari dengan gotong royong bersama masyarakat. Mulai dari mencari bahan baku berupa bambu dan kayu, melakukan pengukuran, perakitan hingga proses pengecatan.
Selanjutnya menempatkan tempat sampah di kawasan Kantor Wali Nagari yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menumbuhkan budaya menjaga kebersihan lingkungan.
“Sementara plang jalan dipasang di sejumlah titik strategis di tiga jorong untuk memudahkan akses masyarakat, tamu, maupun jasa pengiriman. Adanya penanda jalan menjadi bagian dari penataan administrasi wilayah yang lebih tertib dan informatif,” ujarnya.
Gifari berharap program tersebut diharapkan menjadi pemantik tumbuhnya kepedulian masyarakat terhadap penataan kawasan, kebersihan lingkungan, serta penguatan identitas Nagari Tanjung Labuah sebagai nagari yang bersih, dan tertata.
“Kami berharap fasilitas yang telah dibangun dapat terus dimanfaatkan dan dirawat secara bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Nagari Tanjung Labuah, Aldi Nasrul mengapresiasi program yang digagas mahasiswa KKN karena dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan nagari.






