Payakumbuh

Luncurkan Program PETANI BERDASI dan GraNILA JARWO, Wako Zulmaeta: Pengendalian Inflasi Dimulai dari Produksi Pangan, ASN Payakumbuh Jadi Produsen Mandiri

×

Luncurkan Program PETANI BERDASI dan GraNILA JARWO, Wako Zulmaeta: Pengendalian Inflasi Dimulai dari Produksi Pangan, ASN Payakumbuh Jadi Produsen Mandiri

Sebarkan artikel ini

Ia mengatakan keberhasilan GraNILA JARWO sangat bergantung pada kepatuhan petani terhadap teknis budidaya yang telah ditetapkan. Pengolahan lahan dan persemaian harus dilakukan secara optimal, dilanjutkan penanaman bibit muda berumur 15 hingga 21 Hari Setelah Semai (HSS) dengan kepadatan satu hingga dua batang per lubang tanam.

Penanaman juga menerapkan pola Jajar Legowo 2-1 atau 4-1 untuk mendukung sirkulasi udara, pencahayaan, dan pemeliharaan tanaman secara optimal. Seluruh rangkaian kegiatan dikawal Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bersama Tim Monitoring dan Evaluasi.

Melalui penguatan urban farming di lingkungan ASN dan peningkatan efisiensi budidaya padi di tingkat kelompok tani, Pemko Payakumbuh menempatkan pengendalian inflasi tidak hanya pada sisi distribusi dan harga, tetapi juga pada penguatan produksi pangan daerah.

Langkah tersebut diharapkan memperkuat ketahanan pangan, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, menjaga stabilitas harga pangan, dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Payakumbuh.