Payakumbuh, Hantaran.co – Warga Kota Payakumbuh diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara. Berdasarkan informasi yang disampaikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Payakumbuh, Sabtu (5/9/2026), sejumlah indikator kualitas udara menunjukkan kondisi yang masuk kategori tidak sehat.
Data pemantauan di lokasi Payakumbuh Barat melalui LCSAQ yang diperbarui pukul 10.39 WIB mencatat konsentrasi PM2.5 mencapai 108,6 µg/m³ dan PM10 sebesar 121,2 µg/m³. Kedua indikator tersebut berada pada kategori tidak sehat.
Sementara itu, data IQAir yang diperbarui sekitar pukul 10.00 WIB menunjukkan Air Quality Index (AQI) mencapai 152, yang juga berada dalam kategori tidak sehat.
Kondisi tersebut terutama dipengaruhi peningkatan konsentrasi partikel di udara, khususnya PM2.5 dan PM10. Partikel halus tersebut menjadi perhatian karena dapat terhirup dan berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
Dalam informasi yang dirilisnya, DLH Kota Payakumbuh mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan apabila tidak diperlukan. Warga juga disarankan menggunakan masker yang sesuai, terutama saat harus beraktivitas di luar ruangan.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan polusi udara.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk menghindari pembakaran sampah secara terbuka karena dapat meningkatkan pencemaran udara.





