Payakumbuh, Hantaran.co — Rencana Pemerintah Kota Payakumbuh mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk pengadaan bus listrik mendapat sorotan keras dari DPRD. Empat fraksi bahkan kompak meminta pemerintah daerah menunda sekaligus meninjau ulang rencana pengadaan tersebut.
Sikap itu disampaikan dalam rapat paripurna penyampaian pendapat akhir fraksi terhadap Ranperda Perubahan APBD Kota Payakumbuh Tahun Anggaran 2026.
Dari tujuh fraksi yang ada di DPRD Kota Payakumbuh, empat fraksi yakni NasDem, PAN, Golkar Bintang Pembangunan dan Kebangkitan Indonesia Raya (Gerindra-PKB) menyampaikan catatan khusus dan belum menyetujui pelaksanaan pengadaan bus listrik.
Keempat fraksi menilai rencana tersebut belum sepenuhnya ditopang kajian yang memadai, kebutuhan yang jelas, kesiapan sarana-prasarana serta pertimbangan kemampuan fiskal daerah.
Bahkan, persoalan yang disorot tidak berhenti pada besarnya anggaran pengadaan. DPRD juga mempertanyakan konsekuensi pembelian bus listrik terhadap belanja rutin daerah pada tahun-tahun berikutnya.
Fraksi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) yang merupakan gabungan tiga anggota PKB dan satu anggota Partai Gerindra, menegaskan pihaknya bukan menolak perkembangan teknologi transportasi ramah lingkungan.





