Payakumbuh

Luncurkan Program PETANI BERDASI dan GraNILA JARWO, Wako Zulmaeta: Pengendalian Inflasi Dimulai dari Produksi Pangan, ASN Payakumbuh Jadi Produsen Mandiri

×

Luncurkan Program PETANI BERDASI dan GraNILA JARWO, Wako Zulmaeta: Pengendalian Inflasi Dimulai dari Produksi Pangan, ASN Payakumbuh Jadi Produsen Mandiri

Sebarkan artikel ini

Zulmaeta mengatakan keberadaan tanaman bawang merah di lingkungan perkantoran pemerintah sekaligus menjadi media pembelajaran dan contoh nyata bagi masyarakat.

“ASN belajar secara langsung bahwa pangan yang dikonsumsi membutuhkan proses, perawatan, dan kerja keras. Ketika masyarakat datang mengurus administrasi ke kantor pemerintah, mereka dapat melihat contoh nyata bahwa ASN ikut menanam bawang merah,” ujarnya.

Ia berharap gerakan tersebut menimbulkan efek domino hingga ke rumah tinggal ASN, lingkungan tetangga, dan masyarakat sekitar sehingga berkembang menjadi budaya ketahanan pangan.

Baca Juga  Ketua DPRD Payakumbuh Pimpin Tim III Safari Ramadan, Tegaskan Komitmen Kawal Pembangunan dan Aspirasi Masyarakat

Para kepala perangkat daerah juga diminta mengawal keberlanjutan program dengan menyisipkan agenda perawatan tanaman dalam apel pagi rutin serta mendokumentasikan perkembangan tanaman sebagai bagian dari pemantauan program.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Nila Misna menjelaskan PETANI BERDASI diintegrasikan dengan program GraNILA JARWO sebagai intervensi pertanian hamparan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi pada Tahun Anggaran 2026.

Program tersebut menyasar lahan Kerangka Sampel Area (KSA) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dengan target luas 250 hektare.

Baca Juga  Hari Posyandu Nasional 2026, Payakumbuh Perkuat Layanan Terpadu Enam Bidang SPM

“Program ini mengintegrasikan tiga bantuan utama secara terpadu, yaitu penyediaan benih unggul bersertifikat sebanyak 25 kg per hektar seperti varietas Junjuang, Cilalek, dan Batang Piaman, bantuan pupuk kompos (DKOMPOS) sebagai pembenah kualitas tanah, serta bantuan upah tanam untuk meringankan beban biaya tenaga kerja petani,” terang Nila.