Ditambahkan Gusti, pemerintah mendorong penyaluran KUR ke sektor produktif seperti pertanian, peternakan, perikanan, industri, hingga pariwisata dengan porsi minimal 60 persen dari total penyaluran.
Sejalan dengan fokus penguatan pada sektor produksi, Bank Nagari juga menghadirkan Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (KUA) sebagai solusi pembiayaan modernisasi pertanian.
“Program ini ditujukan untuk membantu petani, kelompok tani, dan pelaku agribisnis dalam memperoleh alat dan mesin pertanian (alsintan) tanpa terbebani biaya tinggi,” jelas Gusti Candra.
Keunggulan KUA Bank Nagari diantaranya suku bunga hanya 3 persen per tahun (efektif). Kemudian plafond pembiayaan Rp500 juta hingga Rp2 miliar dengan tenor fleksibel hingga 5 tahun.Selain itu uang muka ringan mulai 10 persen serta bebas biaya administrasi, commitment fee, dan pelunasan
Melalui KUA, Bank Nagari mendorong transformasi pertanian tradisional menjadi pertanian yang lebih modern sehingga meningkatkan efisiensi dan keuntungan.
“Modernisasi alat dan mesin pertanian adalah kunci peningkatan produktivitas. Dengan dukungan pembiayaan yang ringan, kami ingin memastikan petani mampu meningkatkan hasil usaha secara signifikan,” jelas Gusti lagi.












