“Peserta juga dilatih mengenali karakteristik konten yang dibuat dengan bantuan AI dan membandingkannya dengan konten yang dihasilkan manusia. Pemahaman ini penting agar remaja tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi arus informasi digital,”ujarnya.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Program Studi Pendidikan Sosiologi UNP menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas generasi muda di tingkat nagari. Literasi digital tidak hanya dipandang sebagai kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga sebagai bagian dari pembentukan perilaku sosial, etika, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir kritis.
Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan remaja Nagari Batu Basa yang cakap digital, kreatif, kritis, dan bertanggung jawab serta mampu menjadi penggerak literasi digital di lingkungan keluarga, teman sebaya, dan masyarakat. Pada saat yang sama, sinergi antara Program Studi Sosiologi dan Nagari Batu Basa diharapkan dapat terus berkembang dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal dan nilai-nilai sosial budaya nagari.






