Payakumbuh, HANTARAN.Co — Kabar baik bagi guru mengaji, imam masjid, garin hingga guru PAUD di Kota Payakumbuh. DPRD Kota Payakumbuh memastikan dukungannya untuk mengawal kembali pengalokasian insentif bagi para pendidik dan penggerak pendidikan keagamaan tersebut dalam APBD Tahun Anggaran 2027.
Komitmen itu dinilai penting bukan sekadar menyangkut dukungan anggaran, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap mereka yang setiap hari ikut membentuk karakter dan membimbing generasi muda di tengah masyarakat.
Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wirman Putra mengatakan, DPRD bersama Pemerintah Kota Payakumbuh telah membahas dan menyepakati langkah untuk mengembalikan dukungan anggaran tersebut setelah sebelumnya mengalami penghentian akibat penyesuaian regulasi.
“Kami di DPRD berkomitmen mengawal agar insentif bagi guru mengaji, imam masjid, dan garin dapat kembali dialokasikan dalam APBD 2027 dengan tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Wirman saat menghadiri perayaan Khatam Al-Qur’an yang diikuti 34 santri di Masjid Al Hidayah, Kelurahan Padang Tangah Payobadar, Senin (24/8/2026).
Menurut Wirman, keberadaan guru mengaji memiliki peran strategis dalam memastikan pendidikan Al-Qur’an tetap hidup di tengah masyarakat. Mereka bukan hanya mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai agama dan akhlak kepada anak-anak.
Karena itu, kepastian dukungan anggaran diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan aktivitas pendidikan keagamaan, baik di TPQ, rumah tahfiz maupun lembaga pendidikan keagamaan lainnya.
Khatam Bukan Akhir
Di hadapan para santri dan masyarakat, Wirman juga mengingatkan bahwa Khatam Al-Qur’an jangan dimaknai sebagai akhir dari proses belajar membaca Al-Qur’an.
Sebaliknya, khatam harus menjadi pintu masuk bagi anak-anak untuk melanjutkan pembelajaran pada tahap yang lebih tinggi, mulai dari memperdalam pemahaman, menghafal hingga mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Khatam bukan akhir dari proses belajar. Justru setelah khatam, anak-anak harus terus dibimbing agar kemampuan membaca Al-Qur’an semakin baik dan nilai-nilainya dapat mereka terapkan dalam kehidupan,” ujarnya.
Ia juga mengajak para orang tua untuk tidak berhenti mendampingi anak mengikuti pendidikan keagamaan setelah prosesi khatam selesai.
Menurutnya, kesinambungan pendidikan agama semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan gawai yang begitu dekat dengan kehidupan anak-anak. Pendidikan agama dan pendampingan keluarga dinilai menjadi salah satu benteng untuk membangun ketahanan moral generasi muda.
“Kita ingin TPQ, rumah tahfiz, dan pondok pesantren di Payakumbuh terus melahirkan generasi yang mampu membaca dan memahami Al-Qur’an serta memiliki akhlak yang baik. Karena itu, dukungan terhadap para pendidik keagamaan harus terus kita jaga,” tegasnya.
Wirman menambahkan, DPRD akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemko Payakumbuh, majelis guru, ulama, serta tokoh masyarakat dan unsur Tungku Tigo Sajarangan untuk memastikan pendidikan keagamaan mendapat perhatian dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya melalui pendidikan formal. Pendidikan agama yang berlangsung di tengah masyarakat juga memiliki posisi penting dalam membentuk generasi Payakumbuh yang berilmu, berkarakter dan berakhlak. (h/fs)






