Sistem tersebut dirancang untuk memantau berbagai aktivitas mahasiswa selama menjalani pendidikan. Kegiatan seperti pelatihan kepemimpinan, pengabdian kepada masyarakat, magang, hingga aktivitas pengembangan diri lainnya dapat dicatat dan menjadi bagian dari rekam jejak mahasiswa.
Efa juga mengatakan, sistem tersebut diharapkan membantu mahasiswa membangun pola pengembangan diri sejak awal hingga lulus.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memiliki rekam akademik, tetapi juga portofolio aktivitas yang dapat menunjang mereka ketika memasuki dunia kerja, membangun usaha, maupun melanjutkan kiprah sebagai ilmuwan.
Selain penguatan inovasi dan SDM, Dies Natalis ke-70 juga ditandai dengan peluncuran 70 buku karya dosen UNAND. Penghargaan turut diberikan kepada dosen yang menghasilkan buku ajar dengan dampak luas dan digunakan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Rangkaian tersebut memperlihatkan arah UNAND dalam memasuki usia tujuh dekade: bertumbuh dengan fondasi yang kuat, menjulang melalui reputasi akademik, dan menghadirkan dampak nyata melalui ilmu pengetahuan, inovasi, serta kontribusi kepada masyarakat dan bangsa.






