Transformasi UNAND, sambung Efa, juga ditopang oleh kekuatan sumber daya manusia. Berdasarkan data yang ditampilkan dalam rangkaian Dies Natalis, UNAND memiliki 1.513 dosen aktif, 1.397 tenaga kependidikan, dan 228 profesor.
Dari sisi mahasiswa, jumlah mahasiswa terdaftar pada 2025 mencapai 36.274 orang, dengan 2.694 mahasiswa S2 dan S3. Jumlah mahasiswa internasional juga menunjukkan tren peningkatan, dari 23 pelamar pada 2023 menjadi 1.590 pelamar pada 2026.
Dalam peta jalan transformasi 2025–2029, UNAND menetapkan lima tahapan strategis, mulai dari penguatan sistem manajemen dan budaya organisasi, pengembangan human capital, pembangunan fasilitas dan pengalaman belajar kelas dunia, penguatan ekosistem riset dan inovasi, hingga pencapaian reputasi global yang sesungguhnya pada 2029.
Dari sisi pemeringkatan, Efa menyebutkan bahwa UNAND juga mencatat peningkatan posisi dalam sejumlah pemeringkatan internasional. Dalam QS Asia University Rankings, UNAND telah masuk kelompok 300an, sementara untuk bidang tertentu, termasuk penelitian interdisipliner, Unand berada pada posisi yang cukup kuat di tingkat nasional.
Efa menegaskan bahwa peningkatan reputasi tersebut harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter sivitas akademika.
Menurutnya, lulusan UNAND tidak cukup hanya memiliki kompetensi akademik. Mereka juga harus memiliki kesabaran, kepedulian, empati, kejujuran, integritas, sikap adil, serta tanggung jawab sebagai warga negara.
Ia menambahkan, dalam mendukung pembentukan lulusan yang adaptif, UNAND juga memperkuat sistem pengembangan diri dan karier mahasiswa melalui Student Connect.






