UNAND, kata Efa, telah menjalin kerja sama dengan PTPN IV untuk mengkaji pendirian pabrik pengolahan gambir, termasuk rencana pengembangan di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Pesisir Selatan.
“Pengembangan industri pengolahan ini kami harapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi gambir sekaligus mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah,” ujarnya.
UNAND, katanya juga mendorong perubahan pola pengembangan riset agar tidak berhenti di laboratorium. Ke depan, kebutuhan industri dan persoalan nyata di lapangan akan menjadi salah satu pijakan dalam menentukan agenda penelitian.
Efa mengatakan, model tersebut akan membuat proses riset lebih terarah karena sejak awal peneliti dan industri telah menyepakati kebutuhan, spesifikasi, hingga potensi pasar dari produk yang dikembangkan.
“Kita mengembangkan produk itu bersama industri. Rumusan masalahnya berangkat dari kebutuhan, baru kita riset dan menghasilkan prototipe sehingga nanti bisa diterima pasar,” ujarnya.
Menurut dia, pola lama ketika peneliti terlebih dahulu menghasilkan produk di laboratorium kemudian menawarkan hasilnya kepada industri berisiko membuat inovasi tidak terserap pasar.






