“Dalam konteks ini, pendekatan Cyber PR menjadi kunci dalam menyampaikan pesan secara cepat, luas, dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Dr Elva Ronaning Roem yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Wilayah Sumbar ini menilai, Pemerintah Kota Bukittinggi mampu mengintegrasikan berbagai kanal komunikasi secara optimal.
Mulai dari media konvensional hingga platform digital seperti Instagram dan kolaborasi dengan influencer, seluruhnya terlihat berhasil dimanfaatkan untuk memperkuat citra dan branding kota kelahiran sang Proklamator Bung Hatta ini.
“Kami melihat bagaimana multi-platform digunakan secara konsisten. Ini bukan sekadar publikasi, tapi bagian dari strategi komunikasi yang terukur untuk menjangkau masyarakat dan wisatawan,” katanya.
Ia menambahkan, dalam era digital saat ini, keberhasilan komunikasi pemerintah tidak lagi hanya diukur dari penyampaian informasi, tetapi juga dari kemampuan membangun interaksi, kepercayaan publik, hingga memperkuat identitas daerah di ruang siber.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kominfotik Bukittinggi, Aprilia Astuti, menyambut baik kunjungan akademik tersebut. Ia menyebut, kehadiran mahasiswa menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah.
“Kami merasa bangga dan terhormat. Ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan strategi komunikasi daerah,” ujarnya.






