Prima juga menilai keberadaan alat pertanian modern seperti combine harvester akan sangat membantu petani dalam menekan biaya dan mempercepat proses panen, sehingga produktivitas pertanian masyarakat bisa terus meningkat.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Baruah Tobiang Nagari Sungai Antuan, Netti Elfia, mengatakan lahan yang saat ini mereka garap sebelumnya merupakan sawah tidur milik warga yang dikelola melalui sistem bagi hasil.
Kelompok tani yang berdiri sejak 2015 itu kini memiliki 32 anggota. Setelah sempat vakum, kelompok tersebut kembali aktif usai pergantian kepengurusan tiga tahun terakhir dan mulai mendapatkan berbagai bantuan pertanian.
“Kelompok tani ini lama tidur. Setelah berganti kepengurusan, alhamdulillah sejak 2024 sampai 2026 sudah ada bantuan yang terealisasi dari tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat seperti mesin potong rumput, hand traktor, dan pompa air,” ungkapnya.
Panen bersama itu juga dihadiri perwakilan Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura, penyuluh pertanian, serta brigade pangan se-Kecamatan Mungka. Suasana kebersamaan antara petani dan para pemangku kebijakan terlihat hangat di tengah aktivitas panen yang berlangsung sejak pagi.





